Wednesday, 29 October 2008

Aku Bertanya Kepada Tuhan

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya...
Lalu Dia menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak
memiliki siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak cantik...
Lalu Dia menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...
Lalu Dia menujukkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...
Lalu Dia menunjukkan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil sesak...dan terpaksa tinggal dijalanan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja..
Lalu Dia menunjukkan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...
Lalu Dia menunjukkan seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar...
Lalu Dia menunjukkan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan
kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...
Dia lalu menunjukkan AlkitabNya...Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku...
Dan itu cukup bagiku

Aku Bertanya Kepada Tuhan

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak kaya...
Lalu Dia menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tetapi hidup kesepian, dan tidak
memiliki siapapun untuk berbagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak cantik...
Lalu Dia menunjukkan seorang wanita dengan kecantikan yang melebihi lainnya, tetapi memiliki karakter yang buruk.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia membiarkan aku menjadi tua...
Lalu Dia menujukkan seorang anak laki-laki berusia 16 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karena kecelakaan mobil.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...
Lalu Dia menunjukkan sebuah keluarga yang beranggotakan 6 orang, baru saja diusir dari rumah yang kecil sesak...dan terpaksa tinggal dijalanan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku harus bekerja..
Lalu Dia menunjukkan seorang pria, yang tidak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karena tidak memiliki kesempatan untuk belajar membaca.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak menjadi orang terkenal...
Lalu Dia menunjukkan seseorang yang memiliki banyak sahabat, tetapi semuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa aku tidak pintar...
Lalu Dia menunjukkan seorang yang terlahir jenius, tetapi dipenjara karena menyalahgunakan
kepintarannya untuk kejahatan.

Aku bertanya kepada Tuhan, mengapa Ia begitu sabar dengan orang yang tidak bisa bersyukur seperti aku...
Dia lalu menunjukkan AlkitabNya...Dia menunjukkan AnakNya, yang telah mengambil alih tempatku di Kalvari.

Aku tahu sekarang betapa besar Ia mengasihiku...
Dan itu cukup bagiku

Sunday, 26 October 2008

Synopsis Serial KYLE XY season 1

Kyle terbangun di tengah hutan dan tidak memakai apapun di tubuhnya. Dia melihat sekitarnya dengan perasaan asing seperti tidak pernah datang ke tempat ini dan sebenarnya memang tidak pernah datang ke dunia ini karena memang dia tidak punya memory sebelumnya. Dia tumbuh dewasa tanpa pernah merasakan bagaimana menjadi bayi, anak2 dan dewasa bahkan dia tidak punya tali puser sebab dia merupakan hasil kloningan dan tumbuh dalam bahtub.

Setelah dimasukkan rehabilitasi dan dirasakan ada kelebihan yang dimilikinya maka Nicole tragger (seorang psikolog) mengajak tinggal dirumahnya bersama keluarganya yaitu Stephen (suami), dua anaknya : Lori dan Josh untuk meneliti lebih jauh darimana Kyle berasal. Bahkan Josh sering meledek bahwa Kyle berasal dari Planet lain alias disebut ALIEN.

Kemampuan Kyle sangat luar biasa, otaknya bisa bekerja setara otak super computer, sangat jenius meskipun pertama kali dia tidak bisa berbicara sedikitpun tapi karena kemampuannya ia mampu mempelajari semua yang ia lihat, sentuh, dengar, dan rasakan.

Seperti serial barat pada umumnya, ada cerita percintaannya, Kyle jatuh cinta pada Amanda yang sudah punya pacar. Lori putus sambung dengan Declan yang jadi temen baiknya Kyle. Dan Josh yang sedang mengincar cewe dan jago ngeles dari orangtua dan kakaknya sendiri. Nicole dan Stephen juga seperti teman, saling support jika ada masalah dalam menghadapi Kyle dan anak-anaknya. Pokoknya tidak rugi menghabiskan waktu libur untuk nonton film ini. Dijamin seru.

Thursday, 23 October 2008

Belajar Berkata CUKUP

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya,
sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata 'cukup'.

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata 'cukup'. Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.
Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.
Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.
Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.
Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.
Semua merasa kurang dan kurang.
Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.
Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.
'Cukup' jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata 'Cukup'

Cerita Mobil Balap

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun dia termasuk 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap digaris start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 ‘pembalap’ kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudiaan, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak komat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap !”.

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo..cepat. .cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha..sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. « Terima kasih ». Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan ? “. Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.

Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Renungan :

Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya ?

Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang sholeh.

Cerita Mobil Balap

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun dia termasuk 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.
Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap digaris start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 ‘pembalap’ kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudiaan, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak komat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, “Ya, aku siap !”.

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo..cepat. .cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha..sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. « Terima kasih ». Saat pembagian piala tiba. Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan ? “. Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark.

Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Renungan :

Anak-anak tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga.

Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa kepada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya ?

Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang sholeh.

Kantor Imigrasi di Indonesia

JAWA TIMUR

Kantor Imigrasi Klas I Khusus Surabaya
Jl.
Jend. S. Parman No. 58A Waru Sidoarjo Surabaya
Telp.
(031)8531785 Fax. (031) 8531926

Kantor Imigrasi Tanjung Perak
Jl. Darmo Indah No. 21, Surabaya

Kantor Imigrasi Madiun
Jl. Sukarno – Hatta No. 17 Madiun , Jawa Timur
Telp. (0351) 492869, Fax (0351) 499777

Kantor Imigrasi Malang
Jl. R. Panji Suroso No. 04 Malang 65126, Jawa Timur
Telp.
(0341) 491039,482233, Fax. (0341) 482233


Kantor Imigrasi Blitar
Jl. Raya Mastrip No. 48, Srengat-Blitar, Jawa Timur
Telp. (0342) 554759, Faks. (0342) 554759-60

Kantor Imigrasi Jember
Jl. Letjen. D.I Pandjaitan No. 47, Jember , Jawa Timur
Telp. (0331) 335494, Fax. (0331) 333177

JAWA TENGAH

Kantor Imigrasi Surakarta
Jl. Adi Soejjipto No. 8 Colomadu Surakarta, Jawa Tengah
Telp. (0271) 718479, Fax (0271) 719887

Kantor Imigrasi Tangerang
Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna Tangerang, Banten
Telp. (021) 55790871, 55790872 Fax. (021) 55771874

Kantor Imigrasi Wonosobo
Jl. Raya Dieng No. 132 Wonosobo , Jawa Tengah
Telp. (0286) 321628 , Fax. (0286) 321628

Kantor Imigrasi Pemalang
Jl. Brigjend. Katamso No. 15, Pemalang, Jawa Tengah
Telp. (0284) 321375, Fax. (0284) 324219

Kantor Imigrasi Pati
Jl.Panglima Sudirman No. 52 Pati, Jawa Tengah
Telp. (0295) 386278, Fax. (0295) 386277

Kantor Imigrasi Cilacap
Jl. S. Parman No. 59, Cilacap, Jawa Tengah
Telp. (0282) 534924, Faks. (0282) 533335

DI. YOGYAKARTA

Kantor Imigrasi Yogyakarta
Jl. Solo Km. 10 Depok, Sleman, Yogyakarta
Telp. (0274) 487130, Fax. (0274) 487130

BANTEN

Kantor Imigrasi Tangerang
Jl. Taman Makam Pahlawan Taruna Tangerang, Banten
Telp. (021) 55790871, 55790872 Fax. (021) 55771874

Kantor Imigrasi Serang
Jl. Warung Jaud No. 82 Kaligandu, Serang , Banten 42151
Telp. (0254) 209489, Fax. (0254) 209440

Kantor Imigrasi Cilegon
Jl. Raya Merak Km. 116, Kp. Tegal Wangi Merak , Banten
Telp. (0254) 571084-572978, Faks. (0254) 571682

JAWA BARAT

Kantor Imigrasi Bandung
Jl. Surapati No. 3, Bandung, Jawa Barat
Telp. (022) 7272081, Faks. (022) 7275294

Kantor Imigrasi Bogor
Jl. Jend. A. Yani No. 65 Bogor , Jawa Barat 16161
Telp. (0251) 338074, Faks. (0251) 332870

Kantor Imigrasi Karawang
Jl.
Jend. A. Yani By Pass Karawang , Jawa Barat
Telp. (0267) 400725; 400727, Fax. (0267) 400726

Kantor Imigrasi Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, SH No. 43 Sukabumi, Jawa Barat
Telp. (0266) 214456, Fax. (0266) 214456

Kantor Imigrasi Tasikmalaya
Jl. Kusnadi Belanegara No. 37, Ciawi-Tasikmalaya, Jawa Barat
Telp. (0256) 453825 Faks. (0256) 453999

KEP. RIAU

Kantor Imigrasi Klas I Khusus Batam
Jl.
Engku Putri Batam Centre, Batam
Telp (0778) 462069-462070, Faks. (0778) 462004

Kantor Imigrasi Belakang Padang
Jl. Hang Tuah No.1, Belakang Padang
Telp. (0778) 312419, Faks. (0778) 312419

Kantor Imigrasi Tanjung Pinang
Jl. Jend. Ahmad Yani No.31 Tanjung Pinang
Telp. (0771) 21073/21034 , Fax. (0771) 21073

Kantor Imigrasi Tanjung Uban
Jl. Indun Suri No. 9, Tanjung Uban
Telp. (0771) 81927, Faks. (0771) 81760

Sumber : http://my.opera.com